Wacana Penarikan Retribusi Objek Wisata Tebing Breksi

[MasJogja] Pemerintah Kabupaten Sleman saat ini memang belum menarik retribusi objek wisata Tebing Breksi. Sejauh ini baru ada retribusi parkir yang tarifnya disesuaikan dengan aturan Dinas Perhubungan Sleman.

Tebing Breksi sebagai salah satu objek wisata alam yang terdapat di Kabupaten Sleman memang ramai dikunjungi para wisatawan. Pengunjungnya pada masa Lebaran bahkan bisa mencapai hingga 60 ribu orang. Demikian hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih (Radarjogja.co.id).

Pengelolaan objek wisata Tebing Breksi selama ini dilakukan oleh warga setempat. Namun demikian, Sudarningsih menilai bahwa sudah selayaknya Tebing Breksi diberlakukan pungutan retribusi. Hal tersebut mengingat Tebing Breksi saat ini tengah menjadi primadona wisata di Indonesia.

Warga setempat sebenarnya juga sudah bisa melakukan pungutan retribusi dan mekanismenya dapat melalui Peraturan Desa (Perdes). Disampaikan pula oleh Sudarningsih, bahwa hal tersebut dapat dilakukan selagi Perbup nya belum dibuat. Selanjutnya tinggal menyesuaikan saja.

 

Belum optimalnya fasilitas objek wisata di Tebing Breksi

Sementara itu mengenai berbagai fasilitas yang ada di Tebing Breksi memang masih belum optimal. Terutama jalan yang dipergunakan untuk akses ke Tebing Breksi. Jalan tersebut masih banyak berdebu saat kemarau dan sangat licin ketika terkena hujan. Hal ini dikemukakan oleh Kholiq Widiyanto, sebagai pengelola Taman Wisata Tebing Breksi.

Kholiq Widiyanto juga menyatakan kesiapannya dalam mendukung wacana retribusi Objek Wisata Tebing Breksi tersebut. Berbagai fasilitas umum menurutnya adalah penting terutama dalam rangka mengutamakan kenyamanan bagi para pengunjung.

Jogja & Sekitarnya, Pariwisata, Program Pemerintah