Praktik Jual Beli Trotoar Secara Online oleh Oknum PKL

[MasJogja] Praktik jual beli trotoar belakangan memang lagi marak di Jalan Urip Sumoharjo, Yogyakarta. Pihak Kecamatan Gondokusuman pun tidak tinggal diam terkait praktik tidak terpuji yang dilakukan oknum PKL di daerah tersebut. Pasalnya lahan yang diperjualbelikan merupakan fasilitas umum dan milik pemerintah.

PKL (pedagang kaki lima) tidak dipungkiri merupakan aset pendukung pariwisata di Yogyakarta. Keberadaan para PKL memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk tetap dapat menikmati kuliner selagi menikmati suasana Kota Yogyakarta. Idealnya, siang hari merupakan hak dan ranah pejalan kaki dan malam adalah hak para PKL untuk menjajakan kuliner mereka.

 

Praktik Jual Beli Trotoar Otomatis Menyalahi Aturan

Namun demikian tidak sedikit para PKL yang masih menyalahi aturan terkait jual beli trotoar secara sepihak dan di bawah tangan. Jual beli lapak berupa trotoar milik pemerintah tersebut merupakan tindakan yang menyalahi peraturan perizinan. Izin usaha PKL tersebut pada dasarnya tidak bisa dipindahtangankan apalagi dijual dengan cara di bawah tangan. Demikian hal tersebut ditegaskan oleh Camat Gondokusuman, Jalaludin kepada Tribun Jogja pada Kamis (9/11).

Oknum PKL yang menyalahi aturan perizinan tersebut dapat dikenai sanksi pencabutan usaha. Berdasarkan Perda 26 Tahun 2002 tantang pengaturan PKL, izin PKL tidak dapat berubah atau berpindah ke orang lain. Itu masih ditambah lagi dengan pelarangan untuk tidak boleh memiliki lebih dari satu lapak.

 

Jual Beli Lapak Secara Online

Diketahui pula bahwa memang ada oknum yang melakukan jual beli lapak tersebut melalui salah satu situs jual beli online. Harganya pun terbilang fantastis. Tampak pada iklan tersebut pihak penjual menawarkan tempat dan akses yang menggiurkan bagi calon pembeli. Ditawarkan pula lengkap beserta peralalatan-peralatan memasak. Adapun lapak tersebut dijual karena alasan pemilik usaha sibuk karena kerja siang hari.

 

Terkait praktik jual beli trotoar yang dilakukan oknum tersebut pihak Kecamatan Depok mengakui akan melakukan penelusuran. Pihak Kecamatan akan menyelidiki dan mengecek dengan pengurus paguyuban PKL di wilayah Jalan Urip Sumoharjo tersebut.


 

 

Hukum & Kriminal, Kota Yogyakarta