Mahasiswa UNY Temukan Biodiesel dari Biji Carica

[MasJogja] Penelitian terkait biodiesel memang sudah banyak dilakukan, kali ini Tim Mahasiswa FMIPA UNY berhasil membuat biodiesel dari biji carica. Hasil penelitian oleh Tim Mahasiswa dari UNY tersebut menunjukkan adanya kandungan kadar minyak yang tinggi pada biji carica. Kandungan minyak sebesar 32,97% dari biji carica,  menurut mereka berpotensi untuk dijadikan bahan baku biodiesel.

Carica sebagaimana diketahui merupakan makanan khas dari daerah Dieng dan Wonosobo, Propinsi Jawa Tengah. Buah carica yang termasuk dalam kerabat pepaya ini lazim tumbuh di daerah pegunungan, seperti di daerah Dieng.

Makanan carica Dieng ini pun terbilang lezat, namun sayangnya limbah olahan berupa biji-biji dari buah carica tersebut banyak yang terbuang. Berangkat dari hal tersebut, tim mahasiswa FMIPA UNY yang diketuai oleh Joko Wahyono berhasil mengkonversi minyak biji carica menjadi biodiesel.

 

Biodiesel dari Biji Carica Memenuhi Standar SNI untuk Bahan Bakar

Joko Wahyono beserta timnya menjelaskan secara singkat hasil penelitiannya yang melewati beberapa tahapan.

  • Tahapan pertama adalah mengekstrasi minyak yang terdapat pada biji carica dengan pelarut n-heksana. Dari 555 gram biji carica diperoleh minyak sebanyak 215,38 gram atau dengan kata lain didapat 38,80 persen rendemen minyak. Setelah dianalisis, ternyata ditemukan terdapat 11 persen asam lemak bebas yang terkandung dalam biji carica.
  • Asam lemak bebas tersebut kemudian diturunkan kadarnya dengan proses esterifikasi.
  • Usai esterifikasi dilanjutkan dengan transesterifikasi. Proses transesterifikasi ini dipercepat dengan katalis hidroksida. Hasilnya adalah dari 95 gram minyak biji carica tersebut diperoleh metil ester biodiesel sebesar 64 gram. Itu berarti rendemen hasil sintesisnya sebesar 67,3 persen.
  • Selanjutnya hasil analisis spektroskopi FT-IR menunjukkan adanya perubahan antara minyak biji carica dengan biodiesel. Perubahan tersebut ditandai dengan penghilangan atau penambahan puncak spektrum pada gugus fungsi tertentu.
  • Kesimpulannya adalah reaksi transesterifikasi tersebut berhasil mengkonversikan kandungan minyak biji carica menjadi biodiesel.

Analisis viskositas kinematik, titik tuang dan kalor pembakaran terhadap minyak biji carica menunjukkan hasil yang memenuhi standar SNI biodiesel. Adapun kalor pembakaran minyak biji carica bahkan lebih tinggi dibandingkan sejumlah penelitian biodiesel yang ada. Ini juga berarti bahwa biodiesel dari biji carica Dieng layak dan dapat digunakan sebagai bahan bakar.


 

Info Asik, Jogja & Sekitarnya, Pendidikan