DIY Masih Tergolong Aman dari Peredaran PCC

[Mas Jogja] Provinsi DIY dinyatakan masih bersih dari peredaran Paracetamol, Cafein dan Carisoprodol (PCC). Demikian hal itu dinyatakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY dan Balai Besar POM DIY.

AKBP Mujiyana, Kepala Bidang Pemberantasan Narkoba BNNP DIY menyampaikan bahwa sampai Desember 2017, DIY nihil dari peredaran dan kasus PCC. Hal ini juga dibuktikan dengan penelitian dan hasil penyelidikan baik yang secara kebetulan tertangkap maupun yang dilaporkan.

Kepala BBPOM DIY,  I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengungkapkan harapannya agar ke depan DIY senantiasa tetap bersih dari peredaran PCC. Diungkapkan pula bahwa untuk sarana (pabrik) ilegalnya, BBPOM juga akan terus bekerjasama dengan pihak kepolisian. Hal tersebut penting untuk mewujudkan DIY aman dari peredaran PCC.

Jajaran Polda DIY dan BBPOM DIY beberapa waktu lalu juga telah melakukan pemeriksaan terhadap toko-toko obat dan apotek. Operasi tersebut dilaksanakan secara serentak sejak 25 September lalu dan tidak menemukan adanya peredaran PCC. Meskipun demikian beberapa toko obat juga menjadi perhatian karena pengeluaran obat kerasnya yang cukup besar.

Berdasarkan beberapa penelitian dan penyelidikan terhadap beberapa toko obat tersebut dapat diketahui bahwa  Provinsi DIY aman dari peredaran PCC. Tidak dipungkiri bahwa dari kasus-kasus yang terjadi di Indonesia diketahui bahwa apotekerlah yang menjadi produsen dan otak sindikat peredaran PCC.

 

PCC sebagai Produk Ilegal

Dijelaskan pula oleh Kepala BBPOM DIY bahwa sebenarnya PCC tidak termasuk salah satu jenis obat. PCC tersebut merupakan produk ilegal hasil olahan dari beberapa obat. Salah satu kandungan yang terdapat dalam PCC adalah Somadril. Somadril tersebut juga telah dicabut izin edarnya pada 2013 silam.

Sebagaimana diketahui pula bahwa PCC juga tidak masuk dalam ranah Narkoba. Terkait hal tersebut sebetulnya untuk masalah peredaran PCC sebagai produk ilegal merupakan tanggung jawab dari BPOM dan Polri.

Atas maraknya peredaran PCC di masyarakat, pemerintah juga mengeluarkan imbauan. Masyarakat diimbau agar tidak membeli obat selain dari apotek, klinik, Puskesmas atau rumah sakit. Hal ini penting agar masyarakat juga terhindar dari penyalahgunaan obat dan mendapatkan obat yang ilegal.


Miliki website mantab hanya di Indonesiahosting.net

DIY, Hukum & Kriminal, Kesehatan