Backhoe Dikerahkan, Bentrok Tak Terelakkan

[Mas Jogja] Pengerahan backhoe oleh PT Angkasa Pura I untuk merobohkan pepohonan di wilayah Desa Glagah diwarnai bentrok dan keributan. Pembersihan lahan proyek pembangunan bandara NYIA di daerah tersebut kembali mengalami penolakan oleh aktivis dan warga.

Dilaporkan oleh Tribun pada Selasa (09/01) bahwa alat berat tersebut bergerak merobohkan pepohonan yang diduga milik warga dari Pedukuhan Kepek. Mengetahui hal tersebut aktifis bersama warga berusaha menghentikan aktivitas backhoe, namun berujung pada aksi saling dorong dan baku hantam. Diketahui pula bahwa aksi saling dorong tersebut melibatkan antara massa penolak bandara dan petugas kepolisian.

Terkait kericuhan saat pengerahan backhoe oleh PT Angkasa Pura I tersebut, empat orang aktivis sempat diamankan pihak kepolisian. Mereka diamankan di Mapolres Kulonprogo karena memprovokasi warga dan menghalangi upaya pembersihan lahan dengan cara terus mengompori warga. Demikian hal itu dikatakan Kepala Bagian Operasi Polres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan kepada Tribun.

Sudarmawan juga mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya untuk lebih persuasif dengan meminta massa yang berkerumun untuk menjauh. Imbauan tersebut tidak dihiraukan dan diikuti massa yang merangsek ke area pembersihan lahan.

baca juga >>> Hunian Gratis bagi Warga Penolak Bandara

Empat aktivis penolakan tersebut akhirnya dibebaskan. Keempatnya diketahui masih berstatus mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta.

 

Berbeda Pandangan Terkait Kericuhan saat Pengerahan Backhoe oleh PT Angkasa Pura I

Kalangan aktivisi menilai bahwa aparat sudah overacting dan melanggar standar prosedur. Seorang aktivis bernama Heron yang tengah memotret kondisi lapangan saat kericuhan terjadi mengalami luka-luka. Ia mengalami luka di bagian kepala dan lengan tangannya.

Heron diketahui saat itu terjatu karena ikut terdorong akar pohon kelapa yang roboh, belum sempat bangun beberapa petugas mengerumuninya. Mereka membekuk Heron hingga terjadi pemukulan yang menyebabkan luka pada keningnya. Menurutnya kejadian itu terjadi begitu cepat.

Menurut Heron tindakan yang dilakukan pihak kepolisian sudah terlalu jauh dan tidak menaati prosedur. Terkait tudingan telah memprovokasi warga, ia membantahnya. Ada petugas berseragam yang mengacungkan jari tengah ke hadapan relawan, imbuhnya. Sementara menurutnya relawan sudah berusaha menghindari kontak fisik.

Terkait kericuhan aksi bentrok atas pembersihan lahan proyek bandara yang terjadi pada (09/11) tersebut juga telah beredar di Instagram.

baca >>> Warga Perlu Diberikan Pemahaman Yang Jelas Terkait Pembangunan NYIA


Yuk, bikin sendiri website unik dan keren kamu. Caranya sangat mudah dan dijamin murah, klik aja di sini.

Kulonprogo, Pojok Media Sosial