Selalu Berulang, Munculnya Minimarket Waralaba Tanpa Izin di Yogyakarta

[Mas Jogja] Sebuah minimarket waralaba tanpa izin di Yogyakarta sebagaimana dilaporkan Antara, kembali muncul. Minimarket tersebut diketahui berlokasi di Jl. Menteri Supeno Yogyakarta. Sementara untuk di Kota Yogyakarta, kuota untuk usaha minimarket sudah terpenuhi sejak beberapa tahun lalu.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Kota Yogyakarta, Setiyono, minimarket tersebut belum memiliki izin usaha toko moderen dan surat izin usaha perdagangan. Diketahui pula ternyata minimarket tersebut juga bukan pindahan dari lokasi lain.

Dikatakan pula bahwa operasional minimarket waralaba di lokasi baru masih dimungkinkan jika kuota untuk minimarket waralaba memang masih tersisa. Selain itu juga dimungkinkan jika minimarket tersebut memindahkan usahanya ke lokasi baru, dan berada di kecamatan yang sama. Itupun tetap harus mengurus izin terlebih dulu di Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Kota Yogyakarta. Ketentuan lainnya adalah sebelum dipindah, usahanya juga harus ditutup lebih dulu.

Setiyono juga menambahkan, sampai saat ini belum ada permintaan terkait perubahan atau pemindahan lokasi minimarket waralaba. Jika sudah ada yang buka, dapat dipastikan minimarket itu tidak mengantongi izin.

baca juga >>> Penataan Papan Nama Toko di Kawasan Malioboro

Minimarket Waralaba Tanpa Izin di Yogyakarta Baru Buka Sekitar Seminggu

Supervisor minimarket waralaba, Arif, memberikan keterangan kepada anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Pemerintah Kota Yogyakarta bahwa baru buka sekitar seminggu. Arif pun meyakini jika toko tersebut sudah mengantongi izin. Pasalnya menurut Arif sudah ada tim khusus di kantornya yang mengurus perizinan untuk operasional minimarket.

Sementara menurut Baharuddin, anggota Forpi, mengatakan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta tidak akan mengeluarkan izin. Hal itu disebabkan kuota minimarket waralaba di Kota Yogyakarta sudah terpenuhi, yaitu 52 unit.

Selanjutnya Forpi juga bermaksud akan menelusuri lagi kasus tersebut. Terutama terkait potensi keterlibatan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta yang menyebabkan minimarket tersebut bisa beroperasi tanpa izin.

Baharuddin juga menambahkan bahwa pihaknya selama ini rutin melakukan pemantauan terkait keberadaan minimarket waralaba berjejaring. Terutama terhadap minimarket yang dimungkinkan tidak mengantongi izin. Namun sangat disayangkan hal semacam ini selalu terulang.


by: IndonesiaHosting

Bisnis & Ekonomi, Kota Yogyakarta