Papan Reklame Besar Tak Berizin Ditemukan Forpi di Simpang Empat Gramedia

[Mas Jogja] Berdasarkan pantauan Forum Pemantau Independen (Forpi) kota Yogyakarta, tiga papan reklame di simpang empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, dipastikan melanggar aturan dan tak berizin. Demikian hal tersebut dilaporkan tribunjogja.com pada Rabu (13/02).

Dikatakan oleh Ketua Forpi Yogyakarta, Fx Harry Cahyo bahwa ketiga papan reklame tersebut dipastikan melanggar karena terbukti tidak bercantumkan sticker dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan kota Yogyakarta. Stiker tersebut diketahui berkaitan dengan batas waktu pemasangan iklan.

Beberapa poin pelanggaran yang dicatat oleh Forpi tiga papan reklame di simpang empat Gramedia tersebut antara lain tidak adanya stiker, yang artinya sama saja iklan tersebut tidak memiliki izin. Selain itu, papan reklame yang berukuran besar untuk dipasang di simpang empat hanya boleh ada satu. Demikian hal itu dikatakan Harry kepada tribunjogja.com berdasarkan pantauannya di simpang empat Gramedia pada Rabu (14/02).

Papan reklame berukuran sedang dan besar sudah sewajibnya mengantongi IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Hal tersebut tertuang dalam peraturan daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2015 Kota Yogyakarta yang berlaku efektif sejak 2016.

baca juga >>> Selalu Berulang, Munculnya Minimarket Waralaba Tanpa Izin di Yogyakarta

Terdapat Kejanggalan

Menurut Harry, pihaknya mengaku menemukan banyak pelanggaran dan kejanggalan. Terdapat 271 papan reklame yang tersebar di kota Yogyakarta, namun ternyata hanya ada 51 yang mengantongi izin. Ia menilai hal tersebut seperti ada pembiaran dari pemkot.

Selanjutnya, pihaknya juga mendesak kepada Pemkot Yogyakarta untuk bersikap tegas dalam menyikapi maraknya reklame yang tidak berizin. Pasalnya hal tersebut dinilai merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Yogyakart. Demikian hal itu ditambahkan Baharudin Kamba, yang juga merupakan anggota Forpi.

Menurut Kamba, tindakan tegas seperti pembongkaran perlu dilakukan, agar menimbulkan efek jera bagi pihak pemasang papan reklame yang membandel.


by: IndonesiaHosting

Bisnis & Ekonomi, Kota Yogyakarta