Polda DIY Gelar Operasi Keselamatan Progo, 5 – 25 Maret 2018

[Mas Jogja] Operasi Keselamatan Progo yang digelar mulai 5-25 Maret 2018 mendatang dilaporkan Tribun melibatkan 1.000 personel Polda DIY. Operasi tersebut ditujukan untuk mewujudkan kedadaran dan kepatuhan masyarakat terkait Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Menurut Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri, pihaknya akan mengedepankan peneguran dan araha kepada pengendara yang kedapatan melanggar peraturan lalu lintas. Selain itu juga akan menindak para pelanggar sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat.

Dilaporkan Tribun, sasaran utamanya adalah pengendara yang sering melawan arus. Ditargetkan pula bagi pengendara yang mengoperasikan gawai saat berkendara dan yang berboncengan lebih dari dua orang. Selanjutnya juga terhadap pengendara yang masih di bawah umur.

Kapolda juga mengatakan bahwa operasi tersebut akan digelar di seluruh DIY, dengan sebelumnya melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, organisasi dan komunitas-komunitas. Tidak hanya Polantas, operasi tersebut juga diinformasikan akan melibatkan semua kesatuan.

Harapan dari digelarnya Operasi Keselamatan Progo tersebut agar masyarakat semakin tertib dalam berlalu-lintas. Selain itu dapat meminimalisir angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas dengan tindakan simpatik.

baca juga >>> Razia Angkutan Barang dan Angkutan Orang, 16 Pengendara Kena Tilang

Tidak Sekedar Razia

Operasi Keselamatan Progo tidak melulu terkait razia, kebanyakan akan dilakukkan dengan sistem hunting. Dijelaskan pula oleh Dirlantas Kombes Pol Latif Usman, selain razia dan hunting, pihaknya juga menggelar kegiatan lainnya yang menyasar kelompok-kelompok, organisasi-organisasi, sekolah dan komunitas-komunitas.

Menurut Dirlantas, mereka itu sebenarnya tahu aturan, hanya saja masih tetap melanggar. Tujuan kegiatan tersebut agar mereka mau menerapkan budaya berkeselamatan dalam berlalu lintas dan tertib berlalu lintas.

Sementara terkait dengan pengendara di bawah umur, Kapolda DIY mengatakan akan bersinergi dengan pihak sekolah. Hal itu dilakukan dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak di bawah umur.


by: IndonesiaHosting

DIY, Hukum & Kriminal