Target Pembebasan Lahan Pasar Seni Gabusan Rampung Tahun Ini

[Mas Jogja] Lahan Pasar Seni Gabusan (PSG) yang diketahui bahwa statusnya merupakan tanah kas desa, selanjutnya dilaporkan akan dikelola Pemkab Bantul sepenuhnya. Pasalnya PSG yang selama ini dikenal sebagai sentra kerajinan tersebut akan beralih menjadi Taman Budaya.

Pamor PSG yang hanya bertahan sekitar tiga sampai empat tahun sejak dibangunnya pada 2014 lalu kini keadaannya semakin sepi pengunjung. Hal tersebut membuat pengrajin memilih untuk pergi. Kebanyakan dari mereka dilaporkan Tribun banyak yang merugi.

Kondisi tersebut juga diakui Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi. Menurutnya sistem pemasaran pengrajin di Bantul melalui PSG dinilai kurang efektif. PSG yang seharusnya merupakan show room pengrajin, namun justru sepi pengunjung.

Melihat hal tersebut, Pemkab berusaha menata kembali PSG melalui Dinas Pertanahan dan Tata Ruang. Hal itupun dimaksudkan agar para pengrajin ke depannya dapat terbantu secara pemasarannya.

baca juga >>> Alihkelola Tersendat, Terminal Giwangan Jadi Tidak Terawat dan Banyak Calo

Pembebasan Lahan Pasar Seni Gabusan oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang

Hal yang pertama-tama akan digarap oleh Pemkab tentunya terkait pembebasan lahan. Pihak Pemkab sendiri melalui Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Bantul sebagaimana dilaporkan Tribun telah melakukan komunikasi dengan perangkat Desa Timbulharjo. Perangkat Desa Timbulharjo yang dalam rangka ini sebagai pemilik lahan PSG telah merestui proses pembebasan lahan.

Proses yang berjalan saat ini diketahui masih dilakukan pengumpulan dokumen sebagai syarat proses pembebasan lahan tersebut dapat berjalan. Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Bantul, Isa Budi Hartono menyampaikan kepada Tribun bahwa pembebasan lahan Pasar Seni Gabusan ditargetkan bisa rampung tahun ini.

Adapun dana untuk pembebebasan lahan sendri, menurut Isa bersumber dari Danais. Pengajuannya dilaporkan mencapai Rp 38 miliar. Pembangunan fisik pun dimungkinkan akan segera digenjot usai pembebasan lahan tersebut.


by: IndonesiaHosting

Bantul, Pariwisata, Program Pemerintah