Polisi Bekuk 4 Orang Pelaku Penyalahgunaan Resep Dokter

[Mas Jogja] Jajaran Satresnarkoba Polresta Yogyakarta berhasil membekuk empat orang pelaku penyalahgunaan resep dokter. Dilaporkan oleh Tribun (9/3), mereka ditangkap di tempat dan hari berbeda. Keempat pelaku tersebut juga diketahui mendapatkan obat-obat psikotropika usai berobat ke dokter dan menyalahgunakan resep.

Penangkapan terhadap keempat tersangka tersebut diketahui bermula dari informasi terkait adanya pemakai obat psikotropika di daerah Tegalrejo. Pihak Satresnarkoba Polresta Yogyakarta lalu mengadakan penyelidikan dan berhasil menangkap dua pemakai di simpang empat Dongkelan. Kedua pemakai tersebut masing-masing berinisial M alias Dudung (41) dan S alias Gundul (42). Keduanya juga diketahui warga Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Demikian hal itu diungkapkan Kasat Resnarkoba Polresta Yogyakarta, Kompol Sugeng Riyadi.

Kompol Sugeng juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyita barang bukti dari tangan kedua pelaku berupa satu butir pil Calmlet Alprazolam 1 mg sebuah smartphone. Diketahui pula ternyata beberapa pil lainnya sudah dikonsumsi pelaku.

Selanjutnya Polisi melakukan pengembangan hingga berhasil membekuk dua pelaku lainnya yang merupakan pemakai dan satu lagi adalah penjual. Keduanya dibekuk polisi di Krobokan, Tamanan, Bantul. Masing-masing diketahui berinisial H alias Ndopong (34), warga Tamanan dan WAA (24) warga Brontokusuman, Yogyakarta.

baca juga >>> Pengedar Psikotropika Aprazolam Dibekuk Polisi

Pelaku Penyalahgunaan Resep adalah Pemakai Lama

Berdasarkan laporan Tribun, keempat pelaku diketahui sudah lama berstatus sebagai pemakai. Keempat pelaku tersebut dilaporkan juga tidak saling mengenal secara baik antara satu dengan lainnya. Mereka mengaku mendapatkan pil tersebut dengan resep dokter.

Keempatnya kini dilaporkan mendekam di tahanan Polresta Yogyakarta. Pemakai dijerat degan pasal 62 juncto pasal 71 ayat 1 UU RI No.55 tahun 1997 tentang psikotropika dengan hukuman 5 tahun penjara. Selanjutnya bagi penjual pil psikotropika dijerat dengan pasal 60 ayat 1 huruf b UU RI No.5 tahun 1997.


by: IndonesiaHosting

Hukum & Kriminal