You are here
Home > Lainnya

Polemik Penutupan Akses Jalan di Perlintasan Kereta Api Janti

perlintasan kereta api Janti

[MasJogja] Penutupan akses jalan di perlintasan kereta api Janti secara nyata telah menimbulkan polemik bagi khalayak di Yogyakarta. Terlebih mereka yang tinggal dan beraktivitas di area yang terdampak langsung dengan penutupan palang pintu tersebut.

Secara sepihak, penutupan tersebut adalah salah satu program dari Kemenhub. Program tersebut adalah penutupan perlintasan yang sudah ada fly over maupun underpass yang tersebar di 45 titik.

Sementara itu untuk area di DIY sendiri terdapat tiga titik yang ditutup, yakni perlintasan di Janti, Lempunyangan dan di Sentolo.

Penutupan perlintasan di Janti tersebut terkesan bahwa hanya kereta api yang butuh dilindungi. Demikian hal tersebut disampaikan Iwan Puja Riyadi, Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM.

Iwan juga menilai bahwa penutupana perlintasan di Janti harus dilihat dan ditempatkan sesuai fungsinya. Seharusnya kedua pihaklah yang dilindungi, baik kereta api maupun pengguna jalan lainnya.

Disampaikan pula oleh Iwan, di sinilah pentingnya tugas pemerintah untuk memberikan sosialisasi yang detil. Jangan sampai suatu perencanaan hanya sebatas keinginan dan bukan berbasis kebutuhan.

 

Sultan dan DPRD DIY sangat menyayangkan penutupan palang pintu kereta api di Janti

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X sangat menyayangkan penutupan tersebut karena dilakukan tanpa mengajak dialog dengan warga sekitar. Menurut Sultan penutupan tersebut membuat masyarakat menjadi kesulitan akses. Sebaiknya tidak hanya semata-mata melarang, melainkan perlu ada pendekatan serta harus ada jalan keluar yang baik.

Sudah seharusnya pemerintah memberikan kemudahan bagi publik bukan justru mempersulit publik. Demikian hal tersebut disampaikan Sultan yang menekankan perlunya proses pendekatan terlebih dahulu.

Pihak Komisi C dari DPRD DIY juga meminta uji coba penutupan perlintasan sebidang tersebut agar dibatalkan atau dibuka kembali. Mengingat penutupan akses tersebut memang ditolak tidak hanya masyarakat Sleman dan Bantul, melainkan juga masyarakat DIY.

Uji coba penutupan tersebut jelas berdampak pada reaksi penolakan oleh masyarakat dan langsung menimbulkan gejolak jadi sebisa mungkin agar dapat dibuka kembali.

Adapun diketahui mengenai uji coba penutupan akses jalan di perlintasan kereta api Janti tersebut direncanakan selama satu bulan.

 

 

 

 

 

Top