You are here
Home > Lainnya

3 Hal Penting Terkait Rencana Pembangunan Underpass Kentungan

pembangunan underpass kentungan

[MasJogja] Rencana pembangunan underpass Kentungan pada tahun depan tidak dipungkiri dapat berpotensi menimbulkan kemacetan. Hal ini mengingat daerah di sekitar Kentungan tersebut sangat dipadati kendaraan.

Diketahui rencana pembangunan underpass yang sempat tertunda pada 2016 lalu, kini sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat. Terdapat dua rencana pembangunan underpass di DIY, pertama di Kentungan dan yang kedua di Gejayan. Berhubung adanya keterbatasan anggaran, maka prioritasnya adalah pembangunan underpass Kentungan terlebih dulu.

Adapun menurut rencana, pembangunan underpass Kentungan dilakukan untuk memecah kemacetan yang terjadi jalan ring road Kentungan. Jadi difokuskan untuk memperlancar lalu lintas dari arah sebelah timur maupun dari arah barat.

Pakar transportasi, Danang Parikesit menyampaikan pandangannya terkait rencana pembangunan underpass tersebut. Danang mengutarakan 3 hal yang harus diperhatikan terkait rancana pembangungan underpass tersebut beserta dampak yang ditimbulkan.

baca juga >>> Jalan Tempel-Kalasan Dijadikan Outer Ring Road

 

Tiga hal yang harus diperhatikan terkait rencana pembangunan underpass Kentungan

Pertama, pentingnya menjalin kerjasama dengan pihak UGM terkait manajemen lalu lintas, termasuk lalu lintas di dalam Kampus UGM sendiri. Menurut Danang lalu lintas yang ada selama ini belum sepenuhnya terintegrasi dengan manajemen yang dilakukan Kabupaten/Kota.

Kedua, proses konstruksi tersebut dikhawatirkan memakan waktu lama, bisa jadi sampai dua tahun anggaran dan itupun jika anggarannya memungkinkan. Pembangunan yang lama tersebut berpotensi menemui kendala kemacetaan, terutama saat pagi dan sore hari. Danang mengungkapkan perlunya teknologi konstruksi yang tidak biasa agar gangguan lalu lintas selama konstruksi bisa dikurangi.

Terkait potensi kendala kemacetan berupa gangguan lalu lintas selama konstruksi, Danang mengusulkan sistem open bit (dibuka kemudian ditutup). Dapat pula menggunakan sistem tunelling yang sudah banyak digunakan.

Ketiga, efektivitas dari pembangunan underpass Kentungan tersebut tidak terlepas dari sistem jaringan jalan perkotan di DIY secara keseluruhan. Diharapkan jangan sampai mengganggu jalur angkutan umum dan Trans Jogja.

Demikian ketiga hal tersebut disampaikan Danang yang juga merupakan anggota Tim Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan DIY.

Top