You are here

Peran Aktif Memerangi Aksi Klitih Tidak Perlu Berlebihan

pelaku klitih kembali diciduk polisi

[MasJogja] Maraknya aksi klitih yang sudah sangat meresahkan di DIY, telah mengundang reaksi masyarakat untuk memerangi aksi klitih secara berlebihan. Menanggapi hal tersebut, Wakapolres Bantul, Kompol Mariska Fendi Santosa menghimbau warga untuk tidak bertindak terlewat jauh dalam memerangi aksi klitih.

Kompol Mariska menegaskan, warga dilarang melakukan aksi kekerasan dan main hakim sendiri. Apabila warga memerangi aksis klitih memakai senjata tajam dan lewat batas, itu sama saja menjadi pelaku klitih, Imbuhnya.

Aksi klitih belakangan yang terjadi di DIY memang direspon agresif oleh warga. Itupun masih ditambah dengan postingan para netizen di media sosial dengan cara yang kurang santun. Misalnya postingan foto dari netizen yang terkesan ingin main hakim sendiri dengan membawa senjata tajam dan siap mengambil tindakan.

 

Peran Aktif Warga dalam Memerangi Aksi Klitih

Tidak dipungkiri bahwa memerangi aksi klitih memang membutuhkan peran aktif warga. Respon warga juga bisa dikatakan positif bila memang masih dalam batas wajar. Aksi wajar yang diharapkan pihak kepolisian misalnya bersama-sama mengidentifikasi lokasi rawan klitih. Menyediakan informasi tentang kelompok-kelompok pelaku klitih dan patroli warga juga merupakan aksi yang wajar.

Perlu juga dipahami oleh warga, bahwa mengenai pengambilan tindakan terhadap para pelaku aksi klitih merupakan ranah dari pihak kepolisian. Memerangi aksi klitih tidak perlu sampai lewat batas, terlebih sampai menganiaya dan menghilangkan nyawa seseorang. Demikian hal tersebut disampaikan Kompol Mariska kepada media Tribun Jogja pada Rabu (15/11).

Top