Dua Belas Mahasiswa KKN-PB UGM Dikirim ke Asmat

[Mas Jogja] Dua belas mahasiswa UGM dikirimkan ke Agats dalam program KKN-PB (Kuliah Kerja Nyata Peduli Bencana). Mereka juga dilaporkan dipilih melalui serangkaian tes dan telah mengantongi izin dari orangtua.

Sepuluh di antara kedua belas mahasiswa tersebut dilaporkan Tribun merupakan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyrakat dan Keperawatan. Sisanya diketahui adalah mahasiswa dari Fakutas Ekonomi Bisnis dan dari Fakultas Geografi.

Pasca kembalinya Tim Disaster Response Unit (DERU) UGM dari Agats, Universitas Gadjah Mada kembali kirimkan civitasnya melalui program KKN-PB (Kuliah Kerja Nyata Peduli Bencana). Status kejadian luar biasa di Agats yang sudah diangkat, tidak membuat pihak UGM untuk tidak mengirimkan mahasiswanya ke Agats.

Menurut Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Irfan Dwidya Prijambada program KKN-PB akan berjalan minimal tiga tahun dan paling lama lima tahun. Hal itu diperlukan karena menurut Irfan yang disampaikan kepada Tribun bahwa perubahan tidak dapat dilakukan dengan hanya sekali datang. Namun demikian tetap tidak lebih dari lima tahun, agar tidak menjadikan ketergantung bagi masyarakat di lokasi. Selain itu juga dimaksudkan untuk memberikan kesempatan masyarakat untuk mandiri. Demikian hal itu diterangkan Irfan kepada Tribun.

baca juga >>> Mahasiswa UNY Temukan Biodiesel dari Biji Carica

Mahasiswa UGM dikirimkan ke Agats dengan tugas cukup berat

Tidak dipungkiri tugas para mahasiswa yang ke Agats tersebut bisa dikatakan cukup berat. Tim pertama memiliki tugas membangun kepercayaan masyarakat setempat. Mereka juga harus melaksanakan program-program yang direncanakan.

Berbagai rangkaian seleksi seperti tes kesehatan dan psikologi harus mereka lalui terlebih dulu dan masih dilengkapi dengan izin orangtua. Mereka selanjutnya dilaporkan akan ke Timika naik kapal Pelni selama 10 jam dari Denpasar.

Dosen Pembimbing Lapangan mereka, Fadli Kasim, menekankan bahwa program ini bukanlah hasil dari euforia atas KLB gizi buruk dan campak di Asmat. Menurutnya, rencana KKN-PB tersebut sudah muncul sejak pihak UGM mendapat permintaan dari Bupati Asmat pada akhir 2017 lalu.


Pendidikan