You are here

Ruang Bermain Ramah Anak di Yogyakarta, Sudahkah Sesuai Standar?

ruang bermain ramah anak

[Mas Jogja] Ruang bermain ramah anak tidak dipungkiri sudah banyak tersebar di beberapa tempat di Kota Yogyakarta. Jumlah totalnya dilaporkan sebagaimana Tribunjogja.com terdapat 97 ruang bermain, 61 merupakan ruang outdoor dan 36 adalah ruang indoor.

Sayangnya dari seluruh ruang bermain yang ada, masih belum sesuai dengan standar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Bahkan termasuk Taman Pintar, sebagai salah satu destinasi pariwisata di Kota Yogyakarta yang dikelola oleh Pemerintah Kota. Demikian hal itu disampaikan Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rohika Kurniadi Sari.

Rohika menuturkan, terdapat 13 pers bisa dikategorikan sebagai ruang bermain ramah anak, setidaknya harus memenuhi 13 persyaratan. Persyaratan tersebut adalah mencakup lokasi, pemanfaatan, kemudahan, material, vegetasi, penghawaan, peralatan, keselamatan, keamanan, kesehatan, kenyamanan, pencahayaan, dan pengelolaan.

Dijelaskan pula olehnya, untuk ruang bermain anak seharusnya gratis. Sementara terpantau untuk di Taman Pintar meskipun ruang bermain anak sudah gratis namun masih bayar untuk toiletnya. Demikian hal itu dikemukakannya saat sosialisasi ruang bermain ramah anak di Balaikota Yogyakarta, Senin (2/4).

Lebih jauh ia juga mengutarakan bahwa kondisi toilet untuk ruang bermain anak di Taman Pintar juga belum ramah anak. Lantai toilet masih licin, urinoir juga terlalu tinggi sehingga anak-anak tidak bisa mengakses. Wastafel yang tersedia juga belum bisa dijangkau anak untuk bisa mencuci tangan secara mandiri.

Selanjutnya untuk setiap permainan harusnya dilengkapi dengan cara-cara bermainnya. Perlu juga dicantumkan untuk usia, berat dan tinggi anak berapa seharusnya permainan tersebut diperuntukkan.

Bentuk permainan seperti jungkat-jungkit yang terdapat di Taman Pintar menurutnya juga tidak ada bantalannya. Hal itu bisa berpotensi bahaya untuk tulang ekor anak. Demikian halnya, perosotan seharusnya di bagian bawahnya landau dan ada pasirnya.

Rohika mempertegas bahwa seluruh ruang bermain ramah anak tidak boleh diskriminatif. Itu artinya ruang bermain ramah anak adalah mudah untuk diakses anak, termasuk anak difabel dan anak marjinal.

Apabila kelak Taman Pintar akan memiliki sertifikasi ruang bermain ramah anak, maka Taman Pintar selama tiga tahun berturut-turut harus memenuhi persyaratan yang ada. Ditambah lagi setiap tahunnya juga akan diaudit terus dan jika ada yang tidak sesuai persyaratan maka sertifikasinya akan dicabut.

baca juga >>> Rencana Penambahan Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) oleh Pemkot Yogyakarta

Manfaat Ruang Bermain Ramah Anak

Dijelaskan oleh Rohika bahwa ruang bermain ramah anak memiliki manfaat yang tidak sedikit. Moral dan etika anak dapat terbentuk dengan baik karena mereka dibiasakan untuk mengantre dan berempati dengan temannya. Selanjutnya adalah disiplin karena bermain sesuai waktunya.

Ruang Bermain ramah anak juga dapat menumbuhkan kreativitas, menanamkan kesadaran diri, sehat karena terpapar matahari dan segar udara di luar rumah. Rohika juga menegaskan seharusnya anak tidak dibiarkan bermain gadget di dalam rumah saja.


agen togel terpercaya

Top