Tempat Pemrosesan Sampah Akhir (TPA) Prambanan Tidak Melanggar Peruntukan

[Mas Jogja] Tempat pemrosesan sampah akhir (TPA) yang rencananya akan dipusatkan di Prambanan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dilaporkan tidak melanggar peruntukannya. Selain itu juga bukan merupakan lahan agraris, karena bukan seperti sawah teknis dan tidak ada irigasinya.

Berdasarkan laporan Antaranews.com, lahan tersebut juga merupakan tanah kas desa (TKD) Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan. Demikian hal itu telah dipastikan Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kabupaten Sleman Muhammad Sugandi.

Pembangunan tempat pemrosesan sampah akhir (TPA) diketahui merupakan rencana dari Pemkab Sleman untuk memroses sampah-sampah residu.Yakni sampah yang sudah benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi. Lokasi pembangunan yang disasar adalah di Dusun Sembir, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan. Demikian hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman, Kunto Riyadi sebagaimana dilaporkan Antaranews.com.

baca: Buang Sampah Sembarangan di Bantul, Siap di OTT

Tempat Pemrosesan Sampah Akhir (TPA) Prambanan Kelak Jauh Lebih Bersih

Menurut Kunto, TPA di Prambanan kelak dijamin jauh lebih bersih jika dibandingkan dengan TPA Terpadu `Kartamantul` (Yogyakarta, Sleman dan Bantul) yang ada di Piyungan, Bantul. Pasalnya di TPA Prambanan hanya akan diisi residu-residu yang tidak bisa diolah lagi masyarakat. Itu sama saja hanya sampah yang sudah tidak memiliki nilai ekonomi lagi yang akan diproses di TPA Prambanan.

Kunto juga  mengatakan, 2018 ini telah memasuki tahap pengadaan tanah dan perencanaan. Selanjutnya pada 2019 diharapkan pembangunan TPA Prambanan sudah bisa dilakukan dan pada 2020 sudah bisa digunakan.

Adapun urgensinya penyediaan fasilitas TPA Prambanan dikatakan Kunto karena TPA Piyungan sudah semakin penuh. Sementara diketahui salah satu syarat agar pemda bisa mendapat Adipura dan kebersihan lingkungan, pemda harus punya TPA, demikian tambah Kunto.


Uncategorized