Warga Monggol Keluhkan Mahalnya Biaya Pengurusan PTSL

[Mas Jogja] Mahalnya biaya pengurusan PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) dikeluhkan Warga Desa Monggol, Gunungkidul. Demikian hal itu dikemukakan Rajiyo, warga dusun Monggol, Kecamatan Saptosari Gunungkidul kepada Tribunjogja.com pada Kamis (12/4).

Dilaporkan oleh Tribunjogja.com, Rajiyo membayar pungutan pertama sejumlah Rp 200 ribu lalu mendapatkan kwitansi. Keterangan yang tercantum di kwitansi tertulis untuk pembayaran patok, meterai, dan biaya pengurusan PTSL. Selanjutnya yang kedua ia membayar lagi Rp 400 ribu, namun tidak disertai bukti pembayaran.

Rajiyo juga mengaku tidak mengetahui tepatnya untuk apa pembayaran sejumlah Rp 400 ribu tersebut. Sementara sebagaimana dilaporkan Tribunjogja.com, perwakilan desa meminta tandatangan sedangkan warga sendiri tidak mengetahui apa yang ditandatangani.

Menurut Rajiyo, pihak desa tidak pernah mensosialisasikan sebelumnya mengenai tambahan biaya sebesar Rp 400 ribu tersebut. Demikian hal itu juga dikeluhkan Ngadino, warga lain yang turut membayar total Rp 600 ribu untuk mengurus PTSL.

baca: Larangan Pernikahan Dini Dideklarasikan di Kecamatan Saptosari Gunungkidul

Kepala Desa Monggol Dipanggil Tipikor

Terkait pengurusan PTSL, Kepala Badan Pertanahan Ahmad Suraya menjelaskan bahwa untuk biaya pengurusan PTSL memang ada biaya yang harus dibayrkan oleh masyarakat. Biaya tersebut untuk Jawa dan Bali dipungut Rp 150 ribu. Ditujukan untuk kegiatan penyiapan dokumen, pengadaan patok dan meterat. Selain itu juga untuk kegiatan operasional petusga kelurahan.

Kepala Desa Monggol Lasiyo dilaporkan memilih bungkam saat dihubungi Tribunjogja.com terkait hal tersebut. Ia mengatakan, keterangan lengkap bisa ditanyakan ke tipikor karena dirinya sudah dipanggil tipikor untuk memberikan keterangan.


sbobet88

Gunungkidul