Relief Baru di Pasar Beringharjo, Bisa untuk Swafoto Pengunjung

[Mas Jogja] Pekerjaan pembangunan monumen tertib ukur dan relief baru di Pasar Beringharjo dilaporkan sudah hampir selesai. Demikian hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Maryustion Tonang kepada Antaranews Jogja pada Kamis (26/4).

Pembangunan tersebut dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta sebagai upaya pengembangan pasar sebagai tempat wisata dan edukasi.

Sumber lain mengatakan bahwa pembangunan relief baru di Pasar Beringharjo tersebut sudah dimulai sejak Februari lalu. Pengerjaannya berada di dua lokasi, yakni di sisi timur dan di sisi selatan Pasar Beringharjo.

Menurut Maryustion, relief di sisi timur Pasar Beringharjo tersebut menceritakan berbagai aktivitas di pasar tradisional. Pengerjaannya merupakan hasil karya seniman dari Institut Seni Indonesia.
Selanjutnya untuk monumen tertib ukur yang dibangun di seberang relief, memiliki bentuk berupa timbangan tradisional, yang kerap digunakan pedagang di pasar tradisional. Tujuan monumen ini adalah untuk mengingatkan bahwa Kota Yogyakarta telah ditetapkan sebagai daerah tertib ukur pada 2016.

Maryustion juga menambahkan, pengunjung atau wisatawan kelak juga dapat berswafoto di kedua bangunan tersebut. Ornamen-ornamen juga akan ditambahkan untuk dapat mempercantik relief baru di Pasar Beringharjo tersebut agar dapat digunakan untuk berswafoto saat malam hari. Terlebih saat ini Pasar Beringharjo, juga telah beroperasi sampai malam, pukul 21.00 WIB, lanjutnya.

baca: Pasar Tradisional 24 Jam, Mengapa Tidak?

Peningkatan Jumlah Pengunjung dan Wisatawan

Ditambahkan pula oleh Maryustion, terjadi peningkatan jumlah pengunjung ke Pasar Beringharjo sejak beroperasinya hingga malam hari. Turut dilaporkan, bahwa puncak kunjungan pada Sabtu (14/4) bahkan bisa mencapai 4.843 orang. Jumlah tersebut hampir sama seperti jumlah kunjungan ke Pasar Beringharjo saat siang hari.

Menurutnya, saat malam hari, kebanyakan pengunjung lebih condong adalah mereka yang berasal dari luar Kota Yogyakarta. Kondisi tersebut dilihat karena tempat parkir yang tidak penuh saat malam hari.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga dilaporkan akan terus mengevaluasi operasional Pasar Beringharjo saat malam hari. Baik itu evaluasi terkait jumlah kunjungan, maupun terhadap jumlah pedagang yang buka saat malam hari, jelas Maryustion.

Dilaporkan pula dalam dua pekan terakhir ini, jumlah pedagang yang buka pada malam hari cukup fluktuatif. Pedagan cenderung lebih banyak yang buka saat akhir pekan dan kemudian menurun lagi jumlahnya pada hari lainnya.


Kota Yogyakarta, Program Pemerintah