Polisi Telusuri Aktor Dibalik Aksi Demo Anarkis di Simpang Tiga UIN

[Mas Jogja] Polda DIY melakukan penelusuran atas adanya dugaan aktor dibalik aksi demo anarkis di simpang tiga UIN Yogyakarta pada Selasa (1/5) lalu. Demikian hal itu dikemukakan Kapolda DIY Brigadir Jenderal Ahmad Dhofiri pada Rabu (2/5)  sebagaimana informasi ini dilansir dari.

Pihak Polda DIY sendiri telah menetapkan tiga tersangka atas kasus demo anarkis di simpang tiga UIN tersebut. Para pelaku diduga telah melakukan provokasi dan pengrusakan pos polantas di simpang UIN Sunan Kalijaga tersebut. Mereka juga dilaporkan melakukan aksi pelemparan bom molotov ke pos polisi di kawasan tersebut.

Ketiga tersangka peserta aksi demo yang berujung anarkis tersebut diketahui masing-masing berinisial AR, IB, dan MC. Dhofiri juga mengatakan bahwa pihaknya masih akan menyelidiki lebih lanjut identitas asli dari para pelaku meskipun mereka mengaku sebagai mahasiswa.

Dikatakan Dhofiri, ancaman hukuman terhadapa para pelaku langsung dan aktor penggerak yang masih akan ditelusuri dalam aksi itu akan dibedakan.

Selanjutnya Polda DIY juga akan menelusuri adanya tulisan ancaman “Bunuh Sultan” pada baliho yang lokasinya tak jauh dari pos polantas yang dibakar tersebut. Terkait siapa yang membuat tulisan tersebut, pihaknya mengaku masih melakukan pendalaman. Hal itu penting karena kepolisian berhati-hati dan tidak serampangan dalam menetapkan orang sebagai tersangka. Demikian hal itu ditambahkan Dhofiri.

Tulisan Spanduk Yang Tidak Ada Kaitannya dengan Demo Hari Buruh

Dilaporkan Antaranews Jogja, terdapat barang bukti berupa 55 bom molotov beserta belasan spanduk. Spanduk-spanduk yang ikut digelar pada aksi tersebut antara lain bertuliskan “Tolak Bandara”, “Stop NYIA”, “Tolak NYIA”. Ada pula spanduk yang bertuliskan “Nawacita membunuh Indonesia dari Pinggiran”.

Total peserta yang diamankan polisi dalam aksi demo anarkis di simpang tiga UIN pada Hari Buruh tersebut sebanyak 69 orang. Tiga orang di antaranya yang mengaku juga sebagai mahasiswa ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan pos polantas. Terdapat pula satu orang tersangka yang dijerat dengan penyalahgunaan narkotika. Selebihnya dinyatakan masih berstatus saksi.

baca: Bupati Kulonprogo Kunjungi Langsung Rumah Warga Penolak Bandara


Kota Yogyakarta