Muhammadiyah Kecam Keras Aksi Pengeboman Tiga Gereja di Surabaya

[Mas Jogja] Terkait tragedi pengeboman tiga gereja di Surabaya, PP Muhammadiyah mengecam keras peristiwa tersebut. Demikian laporan tersebut sebagaimana dilansir dari Tribunnews Jogja pada Minggu (13/5).

Muhammadiyah juga menyatakaan turut berduka dan bersimpati kepada korban yang tak bersalah akibat perbuatan biadab tersebut.

Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, tindakan terror tersebut merupakan perbuatan zalim, merusak dan tidak dibenarkan oleh agama.

baca: Polisi Telusuri Aktor Dibalik Aksi Demo Anarkis di Simpang Tiga UIN

Pengeboman Tiga Gereja di Surabaya, Jangan Sampai Ganggu Kerukunan Antarumat Beragama

Pihak Muhammadiyah selanjutnya juga berharap agar peristiwa tersebut tidak mengganggu keharmonisan hubungan antar umat beragama yang selama ini berjalan baik. Selain itu juga mendukung aparat kepolisian mengusut tuntas tragedi pengeboman tiga gereja di Surabaya tersebut.

Lebih lanjut Muhammadiyah meminta pemerintah untuk mengusut kasus tersebut dengan tuntas, objektif, transparan. Ditambah lagi, pemerintah juga harus mengupayakan pencegahan dan penindakan secara seksama agar kejadian serupa tidak terulang.

Himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat juga dilayangkan oleh Muhammadiya agar tidak terprovokasi dan tak terpengaruh isu maupun asumsi negative. Tujuannya agar kasus teror bom ini bisa menjadi koreksi. Selain itu juga sebagai introspeksi bagi seluruh lapisan terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

Terkait hal tersebut Muhammadiyah meminta semua pihak untuk tetap tenang dan jernih serta tidak mengembangkan berbagai asumsi negative. Pasalnya hal itu dapat memberi ruang pada timbulnya rasa saling curiga dan sentimen sosial yang bermuara pada terganggunya kehidupan berbangsa dan bernegara.


 

Peristiwa