Menolak Terorisme, Civitas Akademika UGM Deklarasikan Sikap

[Mas Jogja] Kalangan Civitas Akademika Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menyatakan sikapnya dalam menolak terorisme. Mereka yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UGM dilaporkan melakukan deklarasi sikap bersama menolak berbagai bentuk aksi teror.

Sebelum pembacaan deklarasi, segenap civitas akademika UGM juga mengawalinya dengan mengheningkan cipta. Hal itu ditujukan untuk mengenang para korban yang tewas dalam aksi terorisme.

Mereka menyatakan bahwa sudah cukup segala bentuk serangan yang terjadi di Indonesia. Selanjutnya mengajak segenap pihak untuk menolak terorisme dimulai dari lingkungan sekitar. Demikian hal itu dikemukakan Prof Susetiawan, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM sebagaimana informasi ini dilansir dari Antaranews Jogja.

Pernyataan tersebut diketahui merupakan respon Civitas Akademika Universitas Gadjah Mada dalam merespon berbagai bentuk terorisme yang terjadi belakangan. Menurut Susetiawan, bentuk kejadian teror yang terjadi belakangan merupakan peringatan atas pentingnya upaya pencegahan berkembangnya benih-benih terorisme.

baca: Muhammadiyah Kecam Keras Aksi Pengeboman Tiga Gereja di Surabaya

Peran Penting Institusi Pendidikan Menolak Terorisme

Institusi pendidikan juga memiliki peran penting dalam pencegahan benih-benih terorisme. Pasalnya menurut Susetiawan, institusi pendidikan memiliki tanggung jawab untuk mencegah melalui berbagai penyesuaian khususnya dalam kurikulum. Baik itu melalui kurikulum yang pro perdamaian maupun yang terkait dengan pluralisme.

Djagal Wiseso Marseno, Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan menyatakan bahwa UGM memiliki sembilan sikap. Sembilan sikap tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan langkah kongkret sebagai tanggapan atas peristiwa terror yang terjadi belakangan.

Beberapa di antaranya adalah UGM mendukung penuh aparat keamanan untuk segera menangkap dan mengadili para pelaku teror. Tindakan tersebut juga diharapkan agar dapat dilakukan secara terstruktur dengan melakukan tindakan deradikalisasi. Selanjutnya aparat keamanan juga perlu melakukan pencegahan munculnya radikalisme pada waktu yang akan datang.

UGM sendiri juga berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan akademik maupun non-akademik yang memperkuat nilai-nilai pluralisme dan kebangsaan. Melarang segala bentuk kegiatan di lingkungan UGM yang memberi peluang bagi tumbuhnya paham dan gerakan radikal. Tidak luput pula melarang hal-hal yang bertentangan dengan konstitusi.


 

Pendidikan