Pemkot Yogyakarta Terbitkan Surat Edaran Larangan Menyulut Petasan

[Mas Jogja] Larangan menyulut petasan selama bulan puasa pada tahun ini semakin dipertegas dengan terbitnya surat edaran Pemerintah Kota Yogyakarta. Surat Edaran tersebut dilaporkan berisi larangan menyulut petasan selama bulan puasa. Ditujukan agar pelaksanaan ibadah bisa berjalan dengan lancar.

Sejatinya setiap tahun larangan menyulut petasan sudah ada, namun untuk tahun ini akan lebih ditekankan lagi dalam pengawasannya di lapangan. Demikian hal itu diungkapkan Komandan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta, Nurwidi Hartana sebagaimana informasi ini dilansir dari Antaranews Jogja.

Pihak Satuan Polisi Pamong Praja juga akan menguatkan peran Satuan Perlindungan Masyarakat (linmas) untuk masing-masing wilayah di Kota Yogyakarta. Satuan tersebut bertugas  untuk melakukan pemantauan dan antisipasi jika ada masyarakat yang masih menyulut petasan selama bulan puasa.

Dikatakan oleh Nurwidi, kawasan seperti Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Selatan Yogyakarta sering digunakan untuk bermain petasan selama Ramadhan. Biasanya kegiatan tersebut dilakukan pada pagi hari sebelum atau sesudah salat subuh dan usai salat tarawih.

Terkait jual beli petasan yang biasanya marak saat bulan puasa, menurut Nurwidi, hal itu sudah menjadi ranah dari pihak kepolisian.

baca: Polisi Telusuri Aktor Dibalik Aksi Demo Anarkis di Simpang Tiga UIN

Walikota Minta Siskamling Digiatkan Kembali

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti juga meminta agar tiap-tiap pengurus RT dan RW bisa berkoordinasi dengan Babinkamtibmas atau Babinsa. Koordinasi tersebut tidak lain adalah untuk selalu menjaga kebersamaan dan keamanan di wilayahnya masing-masing.

Menurut Walikota, pentingnya meningkatkan kegiatan siskamling di wilayah RT dan RW, termasuk juga tertib administrasi dengan mendata warga pendatang. Berjalannya hal tersebut diharapkan keamanan dan kenyamanan masyarakat dapat tetap terjaga, ujar Walikota.


 

Kota Yogyakarta