Status Waspada Merapi, BPBD Sebutkan Warga Belum Perlu Mengungsi

[Mas Jogja] Disebutkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY bahwa masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana belum perlu mengungsi. Demikian hal itu dikatakan Biwara Yuswantana, Kepala Pelaksana BPBD DIY sebagaimana informasi ini dilansir dari Antaranews Jogja.

Diketahui bahwa sejak Senin (21/5) pukul 23.00 WIB, status Gunung Merapi sudah beralih menjadi berstatus waspada. Namun hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan masyarakat..

Dimungkinkan warga masih trauma atas erupsi besar pada 2010, sehingga tidak sedikit warga yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III telah mengungsi. Menurut Biwara, faktor psikologis dari masyarakat yang menyebabkan mereka melakukan evakuasi secara mandiri ke posko-posko yang tersedia.

Terkait hal itu pihak BPBD merasa perlu mensosialisasikan lagi ke masyarakat terutama mengenai tingkatan status Gunung Merapi. Hal-hal apa saja yang bisa dan tidak bisa dilakukan terkait peningkatan status tersebut.

Masyarakat yang melakukan evakuasi mandiri tersebut terjadi pada Senin pukul 17.50 WIB. Selanjutnya diketahui erupsi freatik kembali terjadi pada Selasa pukul 01.47 WIB dan hal itulah yang menyebabkan masyarakat kembali melakukan evakuasi mandiri.

Mereka mengungsi dan telah menempati sembilan posko pengungsian. Beberapa psoko yang telah mereka tempati antara lain di Balai Desa Glagahharjo, Huntap Singlar, Dukuh Kalitengah Lor. Selanjutnya ada pula yang menempati Dukuh Kalitengah Kidul, Balai Desa Argomulyo, Balai Desa Umbulharjo dan Turgo. Sampai berita ini diturunkan diketahui jumlah mereka yang mengungsi sebanyak 1.572 jiwa.

Biwara sendiri telah memastikan bahwa seluruh warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka kembali ke rumah mereka saat menjelang waktu sahur.

baca: Penundaan Delapan Penerbangan Terkait Letusan Gunung Merapi

Warga Belum Perlu Mengungsi, Namun Dilarang Beraktivitas dalam Radius Tiga Kilometer dari Puncak

Selanjutnya Biwara juga menyebutkan bahwa selama Gunung Merapi masih berstatus waspada, maka seluruh aktivitas di radius tiga kilometer dari puncak dilarang. Tidak luput bahwa itu pendakian umum, maupun bagi mereka yang mencari kayu bakar atau rumput untuk ternak.

Biwara mengatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Taman Nasional Gunung Merapi untuk pengosongan area dengan radus sampai tiga kilometer. Disebutkan pula olehnya bahwa permukiman penduduk berada di jarak lima kilometer dari puncak.

Hanik Humaida dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi mengatakan, radius tiga kilometer ditetapkan sebagai antisipasi jika ada lontaran material vulkanik. Terutama saat terjadinya erupsi freatik dari Gunung Merapi. Menurutnya material vulkanik tidak hanya abu, melainkan juga bisa berupa bongkahan batu dengan ukuran cukup besar.

Selanjutnya Hanik juga mengatakan bahwa masyarakat belum perlu melakukan pengungsian meskipun status Gunung Merapi sudah menjadi waspada. Ditambahkan pula olehnya, kenaikan status Merapi dari normal ke waspada tidak selalu berarti akan diikuti dengan kenaikan status ke level berikutnya. Dapat dimungkinkan status justru diturunkan. Hal itu tinggal bagaimana perkembangan selanjutnya, ujar Hanik.


 

Peristiwa, Sleman