Pemeriksaan dan Pengawasan Produk Pangan Selama Ramadhan di Bantul

[Mas Jogja] Satpol PP Bantul dilaporkan agendakan 10 kali pemeriksaan dan pengawasan produk pangan selama Ramadhan 1439 H. Kegiatan tersebut dilaporkan dilakukan di pasar-pasar yang ada di daerah Bantul.

Tempat-tempat yang menjadi sasaran kegiatan Satpol PP tersebut mencakup pasar-pasar tradisional dan toko-toko modern yang terdapat di wilayah Bantul. Dilaporkan oleh Antaranews Jogja, pihak Satpol PP bekerjasama dengan tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul dalam agenda pemeriksaan dan pengawasan produk pangan selama Ramadhan tersebut.

Dijelaskan oleh Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Bantul, Sunarto,  Jalan Raya Pleret dan Jalan Wonosari merupakan target pada kegiatan pertama. Produk pangan yang disasar adalah yang sudah kadaluwarsa dan dijual dalam kemasan rusak. Tidak luput pula makanan-makanan yang mengandung formalin.

Menurut Sunarto, kegiatan pemeriksaan dan pengawasan produk pangan di pasaran dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Selanjutnya juga sudah sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 99 tentang Perlindungan Konsumen. Agenda pemeriksaan dan pengawasan produk pangan selama Ramadhan tersebut pada intinya dilakukan dalam rangka menjaga kesehatan dan perlindungan konsumen.

baca: Parcel Tidak Memenuhi Syarat Belum Ditemukan BBPOM DIY

Ditemukan Makanan Kadaluwarsa dalam Pemeriksaan dan Pengawasan Produk Pangan Selama Ramadhan

Beberapa kemasan roti tawar, roti basah maupun beberapa minuman kemasan serta susu kaleng yang kadaluwarsa ditemukan saat pemeriksaan. Temuan Satpol PP dan Dinkes tersebut masih ditambah lagi dengan sejumlah makanan ikan kaleng yang kemasannya rusak.

Selanjutnya ada pula beberapa produk minuman penyegar dalam kemasan rusak dan sejumlah produk pangan dan minuman lain yang sudah tidak layak dijual.

Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa makanan atau minuman dalam kemasan kaleng meskipun belum kadaluwarsa namun kemasannya rusak, maka berpotensi karat. Demikian hal itu dikatakan Kasi Farmasi, Makanan dan Minuman Dinkes Bantul, Antin Sarwitri.


 

Bantul, Kesehatan