Sejumlah Warga Kelompok Rentan Pilih Bertahan di Barak Pengungsian

[Mas Jogja] Sejumlah warga kelompok rentan dilaporkan mengungsi terkait letusan freatik Gunung Merapi yang kembali terjadi pada Kamis (24/5) dinihari. Terjadinya letusan freatik Gunung Merapi yang terletak di wilayah perbatasan Kabupaten Sleman, Provinsi DIY tersebut diperkirakan pada pukul 02.56 WIB.

Dilaporkan pula oleh Antaranews Jogja bahwa sejumlah warga kelompok rentan yang lanjut usia (lansia) dan balita tetap bertahan di barak pengungsian. Mereka bertahan sejak beberapa hari terakhir sampai hari ini. Demikian hal itu dikatakan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan.

Menurut Makwan, mereka diungsikan di barak-barak pengungsian, baik itu di Balai Desa maupun rumah kepala dusun yang berada pada jarak aman. Disebutkan yang menjadi tempat barak pengungsian termasuk Balai Desa Glagaharjo, di Kecamatan Cankringan.

Sejauh ini disebutkan Makwan bahwa kebutuhan logistik untuk para pengungsi dilaporkan masih tercukupi.

Letusan freatik Gunung Merapi tercatat memiliki ampiltudo max 60 mm dengan tinggi kolom mencapai 6.000 meter. Suara letusan juga dilaporkan terdengar dari semua pos pengamatan Gunung Merapi. Selanjutnya terkait pengamatan visual melalui CCTV, dilaporkan hingga saat ini masih tampak tertutup oleh kabut.

baca: Status Waspada Merapi, BPBD Sebutkan Warga Belum Perlu Mengungsi

Warga Kelompok Rentan agar Tidak Panik dan Perlu Gunakan APD

Terkait status waspada Gunung Merapi yang dikeluarkan dari BPPTKG Yogyakarta, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap beraktifitas seperti biasa. Namun demikian tetap perlu untuk meningkatkan kewaspadaan.

Penggunaan alat pelindung diri (APD) juga disarankan, terlebih jika melakukan aktivitas di luar rumah. Warga kelompok rentan dapat menggunakan masker, kacamata, jaket, penutup kepala maupun alas kaki.

Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti arahan petugas yang ada di lapangan terlebih bila terjadi situasi yang sifatnya darurat. Ditambahkan lagi oleh Makwan masyarakat perlu mencermati terkait berita dan informasi yang beredar, baik itu suber, waktu maupun dari “caption” nya.


 

Peristiwa, Sleman