Perpustakaan Jogja, Di Luar Terhimpit di Dalam Sepi

(Mas Jogja) – Jogja Library Center, begitulah papan nama dengan ukuran besar dan tampilan agak mencolok di pusat bisnis kota Jogja, Malioboro. Tulisan putih dengan latar belakang berwarna merah mencolok harusnya bisa menarik siapapun yang lewat di depannya. Tapi nyatanya tidak.

Malioboro rupanya sebagai jantung kota Jogja rupanya lebih terkenal sebagai pusat bisnis dan hiburan jalanan. Bukan bagian dari kota pelajar, atau setidaknya ada hubungan dengan kegiatan belajar mengajar, seperti halnya sebuah perpustakaan.

Itulah kondisi yang terjadi di Perpustakaan Jogja ini. Fasilitas yang ditawarkan cukup menjanjikan yakni Mini Theater, free wifi, pusat Jogja, ruang privat untuk belajar dan sudah tentu koleksi buku. Namun ternyata tidak demikian kenyataannya.

Dari jalan Malioboro, perpustakaan ini terhimpit diantara para pedagang souvenir khas Jogja. Bahkan ada sejumlah wisatawan dan juga warga Jogja yang tidak tahu kalau ada perpustakaan di situ. “Selama ini tidak tahu (kalau ada perpustakaan). Habis kalau ke sini yang ada di emperan itu pedagang kaos dan souvenir,” ujar seorang yang pas lewat di depan perpustakaan. Mengaku bernama Yanto dari Kotagede.

Pengunjung perpustakaan ini, kata Dewi. Salah seorang petugas yang ditemui, Kamis, 13/9/22018, rata-rata 15 orang. Dari pantauan pada hari itu, sekitar pukul 11.30, ada 4 pengunjung, dua siswa berseragam SMP, satu mahasiswi yang asyik dengan laptopnya, dan satu seorang mahasiswa yang mencari kumpulan koran lama.

Itulah kondisi mengenaskan perpustakaan Jogja di Malioboro. Dari luar terhimpit, di dalamnya malah sepi. (sdr)

Jogja & Sekitarnya, Kota Yogyakarta