Sultan Berharap Kerjasama dengan Jepang Diperluas

(Mas Jogja) – Delegasi Council of Local Authorities for International Relations (CLAIR) atau Dewan Otoritas Lokal untuk Hubungan Internasional Jepang melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Senin (17/9/2018).  Agenda pertemuan antara lain penjajakan kerja sama antara CLAIR dengan Pemda DIY di bidang-bidang yang belum optimal.

“Intinya menjajaki potensi-potensi yang bisa dikerjasamakan. Tadi ada penawaran di sektor pertanian, pendidikan. Bapak Gubernur juga menginginkan kerja sama optimalisasi pantai selatan, mengkaji potensi-potensi apa yang bisa dikembangkan. Tadi masih perkenalan, untuk selanjutnya akan ada komunikasi teknis lebih lanjut,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Drs. Tavip Agus Rayanto MSi yang turut hadir dalam pertemuan, sebagaimana dikutip dari situs resmi Pemprov DIY.

Gubernur DIY menurut Tavip berharap agar bentuk kerja sama bisa diperluas dan tidak hanya di bidang kebudayaan melalui pertukaran pelajar dan mahasiswa.  Kalau memungkinkan kerja sama bisa diperluas ke bidang ekonomi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) DIY Drs. Arief Hidayat yang juga turut hadir dalam pertemuan menambahkan Gubernur DIY menyatakan kerja sama dapat berangkat dari sektor nelayan dan perikanan.  Harapannya ada kerja sama dengan para ahli dari Jepang di sektor nelayan dan perikanan untuk optimalisasi pantai selatan.

Menurut Arief Hidayat, yang menjadi tantangan adalah pihak Jepang perlu mengenali dulu kondisi lapangan di Jawa bagian selatan. Sebab, baik dari segi cuaca maupun pertanian Jepang berbeda dengan Yogyakarta.

“Perbedaan-perbedaan itu perlu dikaji dulu oleh ahli untuk melihat kondisi di lapangan seperti apa. Artinya pertemuan ini masih tahap penjajakan awal sekali. Bapak Gubernur tidak merujuk pada proyek yang dikerjakan, namun berbicara sektor, yaitu nelayan dan perikanan akan dioptimalkan,” lanjutnya.

Pada kesempatan berdiskusi dengan delegasi Jepang, Sri Sultan juga menyebut kerja sama dengan Jepang mempunyai cakupan area yang begitu luas.  Ke depan diharapkan ada upaya kerja sama yang lebih konkret sekaligus merayakan momentum 35 tahun kerja sama DIY dan Kyoto pada 2020. Satu hal yang ditekankannya, manfaat kerja sama DIY-Jepang harus bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat. (*/humas DIY)

DIY, Jogja & Sekitarnya