Wayang Kulit Harus Dikemas untuk Generasi Milneal

(Mas Jogja) – Wayang kulit bukan sekadar seni tapi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.   Karena itu, mempertahankan seni wayang merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk masyarakat.  Salah satunya dengan menampilkan pagelaran seni wayang kulit di tengah kehidupan masyarakat sehingga generasi muda akan mengenal dan menyukainya. Dikemas untuk generasi milenial.

Hal itu dikemukan oleh Wakil Gubernur DIY dalam acara Puncak Ritual Wayang Kulit di Bangsal Kepatihan, kemarin. “Indonesia memiliki kesenian wayang yang tersohor di negara lain dan hingga saat ini wayang masih digunakan untuk menghibur pada kegiatan budaya ataupun hajatan. Seni wayang tidak hanya perlu dilestarikan, melainkan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ucap Sri Paduka, sebagaimana dikuti dari situs resmi Humas Pemda DIY.

Pada bagian lain, Wakil Kepala Dinas Kebudayaan DIY Singgih Raharjo SH Med melaporkan pertunjukan wayang kulit merupakan bagian dari memperingati Bulan Syuro.   Pertunjukan tidak hanya dilakukan di Bangsal Kepatihan, melainkan juga di 6 titik di 4 kabupaten/kota se-DIY.

“Bulan Syuro dianggap bulan penuh makna. Untuk itu Dinas Kebudayaan bersama Pemda DIY menggelar seni tradisi berupa wayang kulit.  Mudah-mudahan seni wayang yang merupakan kekayaan budaya bangsa tetap lestari,” jelasnya.

Pertunjukan dimulai dengan penyerahan tokoh wayang Abimanyu oleh Sri Paduka kepada dalang Prof Dr Kasidi MHum.  Lakon yang dimainkan adalah “Tumuruning Wahyu Cakraningrat”. (*)

Jogja & Sekitarnya, Kota Yogyakarta