Sultan: Kraton dan Pesantren Memiliki Hubungan Erat

(Mas Jogja) – Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) DIY melakukan audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kepatihan, Yogyakarta, kemarin.   Beberapa hal dibicarakan, termasuk melaporkan kegiatan Hari Santri Nasional 2018 dan penjajakan kemungkinan melaksanakan Festival Arab Pegon bekerja sama dengan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Tepat pada hari Minggu 7 Oktober 2018 kemarin telah dilakukan Kirab Santri sebagai salah satu rangkaian kegiatan peringatan tahunan Hari Santri.  Masih dalam rangkaian peringatan Hari Santri kami menggelar  Festival Santri dan Festival Panggung Krapyak pada 10-12 Oktober 2018 di komplek pesantren Krapyak,” kata Ketua FKPP DIY Habib A Syakur selaku pimpinan rombongan, seusai audiensi, sebagai dilansir dari situs resmi Humas Pemda. DIY.

Dikatakan Habib, Ngarsa Dalem menyarankan agar pesantren dapat berkolaborasi dengan Kraton. Sebab antara Kraton dengan pesantren sebenarnya ada hubungan erat.  Apalagi di Kraton juga terdapat manuskrip yang ditulis menggunakan huruf Arab Pegon.

Huruf Arab Pegon adalah huruf Arab yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa Jawa dan juga Sunda. Berbeda dengan huruf Jawa yang ditulis gundul, Pegon hampir selalu dibubuhi tanda vokal. Jika tidak, maka tidak disebut Pegon lagi. Bahasa Jawa memiliki kosakata vokal yang lebih banyak daripada bahasa Melayu, sehingga vokal perlu ditulis untuk menghindari kerancuan.

”Rencananya tahun depan kolaborasi akan diwujudkan dalam bentuk Festival Arab Pegon yang diikuti oleh pondok pesantren dari dalam dan luar DIY,” ungkap Habib. (*)

Jogja & Sekitarnya, Kota Yogyakarta