Dinilai Tidak Efisien dan Memberatkan, Pemkot Jogja Surati BPJS

(Mas Jogja)  – Karena sisten rujukan online dinilai tidak efisien dan juga membebankan masyarakat, Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengajukan surat keberatan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)  Kesehatan.

Saat ini sistem pelayanan kesehatan dilakukan berjenjang dari Puskesmas kemudian dirujuk ke rumah sakit tipe D terlebih dulu, baru kemudian ke tipe C, B dan ke A. Sehingga jika setiap hari satu tingkatan, maka dibutuhkan waktu berhari-hari untuk memperoleh layanan paripurna. Bahkan juga membebankan masyarakat secara ekonomi.

Dengan alasan itu Pemkot. Jogja melalui  Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, kemarin, akan mengirim keberatan ke BPJS Kesehatan. “Kami minta agar sistem rujukan online yang kini diterapkan bisa ditinjau kembali karena menyulitkan warga untuk mengakses layanan kesehatan paripurna,” kata Heroe sebagaimana dirilis dari antaranews.com.

“Bisa saja warga yang bertempat tinggal dekat dengan layanan kesehatan harus mengakses layanan kesehatan yang lokasinya lebih jauh karena memiliki tingkatan lebih rendah. Warga Kota Yogyakarta yang seharusnya bisa menikmati layanan di Kota Yogyakarta justru harus melakukan pemeriksaan kesehatan di Bantul atau kabupaten lain sesuai sistem online,” katanya.

Pelayanan rujukan secara berjenjang tersebut juga mengharuskan masyarakat mengeluarkan lebih banyak biaya untuk transportasi, begitu pula dengan BPJS justru tidak bisa efisien mengelola anggaran karena harus membayar berbagai komponen biaya pelayanan kesehatan yang lebih banyak karena pasien mendatangi lebih banyak rumah sakit.

Heroe mengusulkan agar sistem rujukan yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan bisa dikembalikan ke sistem rujukan awal atau menyusun skema rujukan yang lebih baik tanpa mempengaruhi kualitas layanan kesehatan ke masyarakat. (*/sdr)

Jogja & Sekitarnya, Kota Yogyakarta