Gelar Budaya Nasional Lansia di Kepatihan Jogja

(Mas Jogja) – Manusia lanjut usia terkadang dinilai tidak produktif lagi. Bahkan ada yang  menilai sebagai beban keluarga. Untuk menumbuhkembangkan potensi yang dimiliki oleh para lansia, diselenggarakan Gelar Budaya Nasional Lansia di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (10/10).

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komda Lansia DIY Suripto SH., M.Si. “Tujuan dari gelar budaya ini adalah menumbuhkembangkan para lansia agar potensinya bisa dibangkitkan dengan mendapatkan pembinaan dan melakukan gerakan nyata yaitu gelar budaya lansia nasional di Yogyakarta ini,” sebagimana dikutip dari situs resmi Humas Pemda DIY.

Gubernur DIY  dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekda DIY, Ir. Gatot Saptadi menyatakan kebanggaannya Yogyakarta dijadikan tuan rumah gelar budaya Lansia nasional yang pertama. “Lansia kerap kali dianggap sebagai beban keluarga dan dinilai tidak produktif. Untuk itu stigma negatif tersebut harus diubah oleh lansia sendiri. Lansia harus bangkit dan didukung oleh masyarakat serta pemerintah sehingga lansia menjadi produktif, bermanfaat, sehat, dan bahagia,” tulis Sultan.

Lebih jauh Sultan mengatakan, penghormatan terhadap orangtua harus dilakukan seperti peribahasa Mikul Dhuwur, Mendhem Jero. Artinya menonjolkan kelebihan orangtua dan menutupi kekurangan yang ada pada orangtua. “Melalui gelar budaya ini, harapannya lansia dapat membuktikan diri bahwa mereka masih memiliki potensi, bisa produktif, dan bukan beban masyarakat.”

Acara dilanjutkan dengan pertunjukan pentas seni dari delegasi-delegasi gelar budaya Komda Lansia. Pentas seni tersebut antara lain pertunjukan kesenian dari Komda Lansia DIY, Kabupaten Badung-Bali, Kabupaten Klaten-Jateng, Kabupaten Belitung, Bandung-Jabar, Kabupaten Tabanan-Bali, Kabupaten Sleman-DIY, Kabupaten Blitar- Jatim, dan Kabupaten Temanggung-Jateng. (*)

 

foto: ilustrasi diambil dari googleimage

Jogja & Sekitarnya, Kota Yogyakarta