Tiga Sekolah Siaga Bencana Diresmikan di Gunungkidul

(Mas Jogja) – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan peresmian Sekolah Siaga Bencana (SSB) di SMK Negeri 1 Tanjungsari, Gunungkidul,  kemarin, yang dibacakan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biworo Yuswantono, mengatakan  tantangan pembangunan sistem penanggulangan bencana ke depan adalah perubahan paradigma penanggulangan bencana dari responsif ke preventif.

Tingginya intensitas serta semakin kompleksnya bencana dan kedaruratan, memerlukan upaya penanggulangan bencana secara sistematik (disaster management system). Namun sayangnya sampai saat ini perspektif bencana belum menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat.

Dalam sambutan dikatakan, secara geografis, geologis, hidrologis, dan sosiodemografis, wilayah Indonesia, termasuk DIY merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana. Setiap bencana pun menimbulkan permasalahan kemanusiaan yang serius serta dampak sosial bagi masyarakat yang tidak dapat dinilai dengan materi. Karenanya, kehadiran SSB diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keahlian dan keterampilan Tim Siaga Bencana (TSB) Sekolah.

“Kami berharap para pelajar yang tergolong usia dini ini juga senantiasa siap dalam upaya melaksanakan tugas penanggulangan bencana secara mandiri. Melalui SSB, pengelolaan manajemen bencana dapat menjadikan sekolah sebagai subjek. Pemberdayaan sekolah sangat penting agar mereka mengadopsi kesiap-siagaan menghadapi bencana dengan baik dan benar,” tulis Sultan sebagaimana dikutip dari situs resmi Humas Pemda. DIY.

Pada kesempatan kali ini tiga sekolah yang diresmikan menjadi SSB ialah SMK Negeri 1 Tanjungsari, SMK Negeri 1 Purwosari dan SMK Negeri 2 Gedangsari di Kabupaten Gunungkidul. (*)

Gunungkidul, Jogja & Sekitarnya