Jumlah Penduduk Miskin di DIY Menurun

(Mas Jogja) – Jumlah penduduk miskin di DIY mengalami penurunan sebesar 0,32 poin. Sebelumnya pada bulan Maret 2018 jumlah penduduk miskin mencapai 12,2 persen dari penduduk DIY, namun pada bulan September 2018 tercatat  11,81 persen.  Hal tersebut ditentukan berdasarkah jumlah pengeluaran penduduk DIY September 2018 mengalami peningkatan dibanding dengan bulan Maret 2018.

Johanes De Britto Proyono, M.Sc, Kepala BPS DIY dalam Press Conference mengenai Berita Resmi Statistik di BPS DIY, Jumat (1/2) memaparkan pengkategorian tingkat kemiskinan dihitung menngunakan indeks Garis Kemiskinan (GK).

Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran dibawah GK akan dikategorikan sebagai penduduk miskin. GK sendiri terdiri dari GK Makanan dan Non Makanan. Garis Kemiskinan penduduk dari segi makanan adalah bagaimana penduduk bisa memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan yang setara dengan 2100 kalori per kapita perhari. Sedangkan GK non Makanan adalah berapa banyak rupiahyang diperlukan oleh seseorang dalam upaya memenuhi kebutuhan non pangan

“September Tahun2018 lalu kita melakukan SUSENAS, dan kita menemukan angka besaran garis kemiskinan di DIY mencapai Rp 414.899 perkapita per bulan, sedangkan untuk Maret 2018 adalah Rp 409.744 per kapita perbulan. Itu merupakan peningkatan yang sangat baik,” ucap Johanes.

Johanes menyampaikan bahwa perkembangan penduduk miskin di DIY pada September 2018 sebesar 450.25 ribu jiwa, sedangkan pada Maret 2018 sebesar 460.10 ribu jiwa. Sehingga bisa dikatakan bahwa kemiskinan di DIY turun sejumlah 9,85 ribu jiwa atau turun sebesar 2,14 %.

Lebih lanjut Johanes menjelaskan bahwa dari jumlah penduduk miskin yang tersebar di kota maupun di desa, angka tertinggi untuk kemiskinan berada di kota. Jumlahnya bisa dua kali lipat dari jumlah penduduk miskin di pedesaan. Namun demikian Johanes menambahkan bahwa meskipun berbeda jumlah antar kota dan desa, jumlah dan persentase penduduk miskin selama satu tahun terahir mengalami penurunan dari 167,94 ribu jiwa menjadi 151,78 ribu jiwa. Selain itu Johanes menambahkan bahwa penurunan ini konsisten, sehingga pihaknya optimis bahwa angka kemiskinan nantinya benar-benar berkurang atau bahkan hilang.

“Penurunan jumlah kemiskinan di DIY cukup signifikan, hal itu terjadi pada bulan Maret 2015 hingga September 2015, nah kita berharapnya jumlah yang terus menurun ini benar-benar bisa mewujudkan Indonesia bebas dari kemiskinan,” kata Johanes. (*/humasdiy)

DIY, Jogja & Sekitarnya